nama : M.ihsan fadhlurrahman
kelas : 1PA 02
NPM : 17514319
KASUS YANG BERHUBUNGAN DENGAN EMOSI
Bu Risma Ngamuk Taman Bungkul Surabaya Rusak Akibat
Walls Ice Cream Day
SURABAYA (voa-islam.com) - Ribuan warga Surabaya menyemut di sekitar Taman Bungkul sejak pagi,
Minggu (11/5/2014) untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan salah satu
produsen es krim, yaitu Walls.
Kegiatan bagi-bagi es krim gratis ini menyedot perhatian warga kota karena lokasinya
juga ada di Car Free Day, yang biasanya memang dimanfaatkan warga kota untuk
berolah raga.
Sayang, kegiatan ini akhirnya dibubarkan karena macet total dari segala arah.
Sejumlah pihak menyayangkan kesiapan panitia dan pengaturan Polisi, sehingga animo
masyarakat yang sangat tinggi tersebut membuat kepentingan umum lainnya
terabaikan.
Pantauan dari Andre Radio Suara Surabaya kemacetan acara Car Free Day di Raya
Darmo juga bubar, karena seluruh kendaraan melintasi akhirnya jalur ini.
Pengaturan Panitia menurut Andre kru SSFM juga membingungkan, karena ratusan
motor yang ikut terjebak di dalam Raya Darmo, bersamaan dengan acara pembagian
es krim gratis yang akhirnya dihentikan Polisi.
Saat ini aparat kepolisian mengatur kendaraan dengan sistem buka tutup. Acara
ini dikatakan gagal, karena banyak yang tidak mendapatkan es krim, tapi justru
macet. Pantauan dari Andre taman kota di sepanjang jalur hijau diinjak-injak.
Sementara Wall's Ice Cream Day itu sendiri digelar secara serentak di 8 kota
yaitu: Jakarta, Medan, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Palembang, Banjarmasin
dan Bandung
Pemerintah Kota Surabaya akan meminta pertanggungjawaban penyelenggara
acara bagi-bagi es krim. Secara hukum akan dibahas apakah mereka akan dituntut
secara pidana atau perdata. Mereka juga akan diminta mengganti kerugiannya,
termasuk biaya perawatannya.
"Taman ini kan salah satu ikon dari Surabaya dan dibangun tidak hanya
dalam waktu satu atau dua hari kan," ujar Kepala Bagian Humas Pemerintah
Kota Surabaya Muhammad Fikser saat dihubungi, Ahad, 11 Mei 2014. (Baca: Tanaman Sepanjang Darmo Rusak, Risma Marah Besar)
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini datang ke Taman Bungkul dengan
raut wajah marah. Risma marah lantaran melihat tanaman di Taman Bungkul rusak
karena diinjak-injak warga yang berebut es krim dalam acara bagi-bagi es krim
Walls. Kemarahan Risma muncul secara spontan.
Asisten Brand Manager Walls's Ice Cream Kaninia Radiatni mengatakan kegiatan
tersebut sudah memiliki izin, namun dia tidak tahu secara pasti pihak mana yang
mengeluarkan izin tersebut. "Kalau misalnya tidak ada izinnya, Pak Wagub
tidak mau hadir dan membuka acaranya Walls. Akan tetapi saya belum bisa
klarifikasi soal izinnya dari polres mana, dari polda mana. atau dari dinas
mana," kata dia.
Soal gugatan pidana atau perdata, dia mengatakan, hal itu akan segera
ditindaklanjuti. Dia pun berjanji akan mengganti semua tanaman-tanaman yang
rusak akibat acara yang diadakan oleh pihak Walls tadi pagi.
"Ini tadi kita sudah meminta maaf secara langsung kepada Bu Wali Kota
secara formal dan kami meminta maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan
yang terjadi," ujar dia.
Risma Ngamuk, Tuntut Pidana dan perdata Wall's
Suara Surabaya melansir, Tri Rismaharini, Walikota Surabaya mengatakan akan menuntut
secara hukum pihak wall's karena acara wall's ice cream day yang
diselenggarakan di Taman Bungkul, Surabaya, Minggu (11/5/2014) merusak taman
kota yang telah susah payah ia bangun bersama warganya.
Dengan penuh amarah, Risma mendatangi stand panitia Wall's sambil memarahi
mereka karena telah merusak taman yang dia bangun dengan dana milyaran dan juga
waktu yang tidak sebentar.
"Kalian tidak punya izin ngadain ini, lihat semuanya rusak! Kami bangun
ini nggak sebentar, biayanya juga nggak sedikit. Kalian seenaknya merusak. Saya
akan tuntut kalian!," seru Risma sambil meninggalkan panitia wall's yang
terlihat kaget.
Namun, hal yang berbeda diungkapkan pihak Wall's sebelumnya, terkait perizinan,
panitia wall's mengaku telah mendapat izin baik dari Pemerintah Kota (Pemkot),
Polrestabes, dan juga Dinas terkait untuk mengadakan dan mengamankan acara.
"Kalau izin kami sudah dapat kok. Sedangkan taman yang rusak saat ini kami
sedang mendata dan akan mengganti rugi," kata Kanania Radiatni, Assisten
Manager Wall's Ice Cream sebelum kedatangan Risma.
Wall's Ice Cream Day merupakan acara besar unilever yang diselenggarakan
serentak di enam kota besar, salah satunya Kota Surabaya. Dalam acara itu,
mereka membagikan ice cream secara gratis kepada warga dengan cara menukar
kupon yang sebelumnya telah disebar.
Acara dimulai pukul 06.00 WIB tadi pagi dan langsung di bubarkan sejam
kemudian, sekitar pukul 07.00 WIB oleh Dinas Pertamanan karena kerumunan
masyarakat merusak taman kota dan menimbulkan kemacetan total.
Meski demikian, masyarakat mesih terus berdatangan hingga pukul 10.00 WIB dan
memadati seluruh ruas jalan yang menuju ke Taman Bungkul. Baik itu jalan
protokol dari perempatan Darmo hingga perempatan wonokromo, maupun jalan-jalan
kecil di sekitar diantaranya, Progo, Jalan Serayu, Ciliwung, Cimanuk hingga
Jalan Diponegoro juga kena imbas macet.
Sementara itu, sesaat setelah kedatangan Risma, tenda wall's sudah dibongkar
dan panitia sudah tak terlihat di lokasi. [berbagaisumber/voa-islam.com]
Dalam kasus ini saya menemukan hubungan emosi diatas dengan teori emosi
yang dikemukakan cannon bard
Teori ini menjelaskan bahwa emosi yang dirasakan dan reaksi tubuh dalam
emosi tidak bergantung satu sama lain,keduanya dicetuskan secara bergantian.
Menurut teori ini,kita
pertama menerima emosi potensial yang dihasilkan dari dunia luar,kemudian
disampaikan ke daerah otak yaitu hipotalamus. Kemudian hipotalamus mengirim
output dalam dua arah yaitu ke organ tubuh dalam dan otot-otot eksternal untuk
menghasilkan ekspresi emosi tubuh dan ke korteks cerebral sebagai emosi yang
dirasakan