A. Pengertian sistem dan informasi
1.
Pengertian
Sistem
Menurut Indrajit
(dalam Hutahaean, 2014) sistem mengandung arti kumpulan dari komponen-komponen
yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya. Jogianto
mengemukakan bahwa sistem merupakan kumpulan dari elemen-elemen yang
berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Pengertian lain dikemukakan oleh
Jerry Futz Gerald (dalam Hutahaean, 2014), sistem adalah suatu jaringan kerja
prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama untuk melakukan
suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
2.
Karakteristik
Sistem
Sistem dikatakan
baik apabila memiliki karakteristik, seperti yang dikemukakan oleh Hutahaean
(2015):
a) Komponen
Suatu sistem terdiri dari sejumlah
komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk satu kesatuan.
Komponen-komponen pada sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian
dari sistem.
b) Batas
sistem (boundary)
Batas sistem merupakan daerah yang
membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkun
luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu
kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
c) Lingkungan
luar sistem (environment)
Apapun di luar batas dari sistem
yang mempengaruhi operasi sistem.
d) Penghubung
sistem (interface)
Merupakan media penghubung antara
satu subsistem dengan subsistem yang lainnya.
e) Masukan
sistem (input)
Merupakan energy yang dimasukkan
kedalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan dan masukan sinyal.
f) Keluaran
sistem (output)
Merupakan hasil dari energy yang
diolah oleh sistem.
g) Pengolah
sistem (process)
Merupakan bagian yang memproses
masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.
h) Sasaran
sistem
Agar sistem memiliki tujuan atau
sasaran yang jelas, agar memiliki fungsi yang jelas.
3.
Pengertian
Informasi
Menurut Kenneth
(dalam Gaol, 2011) Informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah
formulir bentuk yang bermanfaat dan adpat digunakan untuk manusia.
Fugsi utama
informasi yaitu menambah pengetahuan atau mengurangi ketidak pastian pemakai
innformasi, karena informasi berguna memberikan gambaran tentang suatu
permasalahn sehingga pengambil keputusan dapat menentukan keputusan lebih
cepat.
4.
Pengertian
Sistem Informasi
Maka, dapat
disimpulkan bahwa sistem informasi adalah suatu sistem didalam organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat
manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak
tertentu dengan laporan yang dibutuhkan.
Laudon
dan Laudon (2007), mengemukakan sistem informasi merupakan bidang
multidisipliner, tidak ada satu teori atau pandangan yang mendominasi. Secara
umum, bidang sistem informasi dapat dilihat dengan pendekatan teknis dan
pendekatan perilaku. Sistem informasi merupakan sistem sosioteknis, tetap
membutuhkan substansi sosial, organisasi, dan investasi intelektual untuk bisa
berjalan dengan layak walaupun sistem ini terdiri atas mesin dan teknologi
fisik.
B. Sistem Informasi Psikologi
Indrajit
(dalam Hutahaean, 2014) sistem mengandung arti kumpulan dari komponen- komponen
yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya. Jogianto mengemukakan
bahwa sistem merupakan kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk
mencapai suatu tujuan. Sedangkan Kenneth (dalam Gaol, 2011) berpendapat bahwa
informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang
bermanfaat dan adpat digunakan untuk manusia.
Seperti
yang dikemukakan oleh Basuki (2008), ditinjau dari segi ilmu bahasa, kata
psikologi berasal dari kata psyche
berarti jiwa dan logos artinya ilmu
pengetahuan. Jadi, psikologi berarti ilmu pengetahuan tentang jiwa atau ilmu
jiwa. Pengertian lain menurut Wundt, psikologi merupakan ilmu tentang kesadaran
manusia (the science of human
consciousness). Unsur kesadaran merupakan hal yang dipelajari dalam
psikologi.
Maka
dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang
merupakan gabungan atau kombinasi dari manusia, media, teknologi, serta
lingkungan yang bertujuan untuk mengumpulkan, mengolah, serta menyimpan data
mengenai perilaku atau tingkah laku individu. Penggunaan sistem informasi dalam
psikologi dimungkinkan karena banyak hal dalam dunia psikologi yang masih bisa
dikelola dengan sentuhan komputerisasi seperti tes-tes psikologi yang sudah
menggunakan komputer.
C. Arsitektur Komputer
Kowi
(2016), mendefinisikan komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data
menurut aturan yang telah dirumuskan. Kata computer berasal dari bahasa Latin
yaitu computare yang dalam bahada
Inggris berarti compute atau to compute yang artinya untuk menghitung
atau menghitung.
Stallings
(2015), mengemukakan bahwa arsitektur komputer cenderung pada kajian
atribut-atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer.
Contohnya, set instruksi, aritmatika yang digunakan, teknik pengamatan, mekanisme
input/output.
Pangera
dan Ariyus (2005), mengemukakan arsitektur komputer adalah konsep perencanaan
dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur
komputer ini merupakan cetak biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhna
bagian perangkat keras yang didesain. Dalam hal ini, implementasi perencanaan
dari masing-masing bagian akan lebih difokuskan terutama mengenai bagaimana CPU
akan bekerja dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari memori cache,
Ram, ROM, dll. Beberapa contoh arsitektur komputer adalah arsitektur von
Neuman, CISC, RISC, blue Gene, dll. Arsitektur komputer dapat didefinisikan
sebagai gaya konstruksi dan organisasi dari komponen-komponen sistem komputer.
Walaupun elemen-elemen dasar komputer pada hakekatnya sama atau hampir semuanya
komputer digital, namun terdapat variasi dalam konstruksinya yang merefleksikan
cara penggunaan komputer yang berbeda.
D. Struktur Kognisi Manusia
Newell (1990), mendefinisikan struktur sebagai bangun
(teoritis) yang terdiri atas unsur-unsur yang berhubungan satu sama lain dalam
satu kesatuan, sedangkan kognitif, disebutkan bahwa kognisi adalah istilah umum
yang mencakup segenap model pemahaman, yakni persepsi, imajinasi, penangkapan makna,
penialain, dan penalaran. Wang (2013), dikatakan bahwa kognisi merupakan konsep
umum yang mencakup semua bentuk mengenal, termasuk di dalamnya mengamati,
melihat, memperhatikan, memberikan, menyangka, membayangkan, memperkirakan,
menduga dan menilai. Solso
(2007) menjelaskan apaun yang dialakukan komputer dengan baik (melakukan
operasi matematika dan logika dengan cepat) pada umunya tidak mempu dilakukan
manusia dengan baik. Sebaliknya, apa yang mampu dilakukan manusia dengan baik menyusun,
generalisasi, membuat kesimpulan, memahami pola-pola yang kompleks dan memiliki
emosi, tidak mampu dilakukan oleh komputer.
E. Kaitan antara Arsitektur Komputer
dan Struktur Kognisi Manusia
Berdasarkan
definisi yang telah disebutkan diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa struktur
kognisi manusia merupakan suatu sistem yang mengubah informasi yang ditangkap,
sehingga diperoleh pengertian atau makna dari sebuah informasi tersebut. Sedangkan
arsitektur komputer dapat dikatakan sebagai ilmu yang mempelajari
atribut-atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer dan
mempunyai dampak langsung pada eksekusi logis sebuah pemrograman.
Perbedaan
antara struktur kognisi manusia dan arsitektur komputer yaitu struktur kognitif
manusia memproses berpikir yan terjadi pada diri manusia, sehingga memiliki
kontrol pada proses berpikirnya sendiri. Sedangkan arsitektur komputer dibuat
oleh manusia, dan manusia pula yang membuat programnya, sehingga yang memiliki
peran utama dari keseluruhan adalah manusia itu sendiri, agar mempermudah
manusia dalam menggunakan komputer dalam kehidupan sehari-hari.
F. Kelemahan dan Kelebihan dari
Arsitektur Komputer Bila Dibandingkan dengan Struktur Kognisi Manusia
Kelebihan
dan Kelemahan Arsitektur Komputer:
1. Kelebihan:
Memiliki
processor yang berjumlah lebih dari
satu, bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi
user), bisa membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan.
2. Kelemahan:
Membutuhkan waktu yang lama dari
konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer.
Terkadang sulit untuk mengaplikasikan dikehidupan sehari-hari karena tergantung
individu mengoperasikan sebuah pemrograman komputer yang ada.
Kelebihan
dan Kelemahan Struktur Kognisi Manusia:
1. Kelebihan:
Struktur kognisi lebih sistematis
sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas. Banyak memberi motivasi agar
terjadi proses belajar. Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal.
2. Kekurangan:
Membutuhkan waktu yang lama,
terkadang sulit mengaplikasian dikehidpan sehari-hari dalam mengoptimalkan cara
berpikir mereka.
Daftar
Pustaka
Gaol, L. J.
(2011). Sistem informasi manajeman
pemahaman dan aplikasi. Jakarta: Grasindo.
Basuki. H. (2008). Psikologi umum. Jakarta: Universitas
Gunadarma.
Hutahaean, J.
(2014). Konsep sistem informasi.
Yogyakarta: Deepublish.
Kowi, M. E.
(2016). Dasar-dasar pemrograman dasar.
Jakarta: Guepedia.
Laudon, C. K.,
& Laudon, P. J. (2007). Sistem
informasi manajemen edisi 10. Jakarta: Salemba empat.
Newell, A.
(1990). United theories of cognition. USA:
Library of congress cataloging.
Pangera, A. A.,
& Ariyus, D. (2005) sistem informasi.
Yogyakarta: C.V. Andi Offset.
Solso,
L. Robert.(2007). Psikologi Kogintif. Jakarta:
Erlangga.
Stallings,
W. (2015).
Organisasi dan Arsitektur Komputer. Jakarta: PT Prenhallindo.
Wang,
Y. (2013). Cognitive informatics for
revealing human cognition: knowledge manipulations in natural intelligence.
USA: IGI Global.