Senin, 09 Oktober 2017

#SIP ARSITEKTUR KOMPUTER DAN STRUKTUR KOGNISI MANUSIA

            A.    Pengertian sistem dan informasi
1.      Pengertian Sistem
Menurut Indrajit (dalam Hutahaean, 2014) sistem mengandung arti kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya. Jogianto mengemukakan bahwa sistem merupakan kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Pengertian lain dikemukakan oleh Jerry Futz Gerald (dalam Hutahaean, 2014), sistem adalah suatu jaringan kerja prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
2.      Karakteristik Sistem
Sistem dikatakan baik apabila memiliki karakteristik, seperti yang dikemukakan oleh Hutahaean (2015):
a)      Komponen
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen pada sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
b)      Batas sistem (boundary)
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkun luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
c)      Lingkungan luar sistem (environment)
Apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
d)     Penghubung sistem (interface)
Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya.
e)      Masukan sistem (input)
Merupakan energy yang dimasukkan kedalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan dan masukan sinyal.
f)       Keluaran sistem (output)
Merupakan hasil dari energy yang diolah oleh sistem.
g)      Pengolah sistem (process)
Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.
h)      Sasaran sistem
Agar sistem memiliki tujuan atau sasaran yang jelas, agar memiliki fungsi yang jelas.
3.   Pengertian Informasi
Menurut Kenneth (dalam Gaol, 2011) Informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan adpat digunakan untuk manusia.
Fugsi utama informasi yaitu menambah pengetahuan atau mengurangi ketidak pastian pemakai innformasi, karena informasi berguna memberikan gambaran tentang suatu permasalahn sehingga pengambil keputusan dapat menentukan keputusan lebih cepat.
4.      Pengertian Sistem Informasi
Maka, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah suatu sistem didalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak tertentu dengan laporan yang dibutuhkan.
Laudon dan Laudon (2007), mengemukakan sistem informasi merupakan bidang multidisipliner, tidak ada satu teori atau pandangan yang mendominasi. Secara umum, bidang sistem informasi dapat dilihat dengan pendekatan teknis dan pendekatan perilaku. Sistem informasi merupakan sistem sosioteknis, tetap membutuhkan substansi sosial, organisasi, dan investasi intelektual untuk bisa berjalan dengan layak walaupun sistem ini terdiri atas mesin dan teknologi fisik.

          B.    Sistem Informasi Psikologi
Indrajit (dalam Hutahaean, 2014) sistem mengandung arti kumpulan dari komponen-  komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya. Jogianto mengemukakan bahwa sistem merupakan kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan Kenneth (dalam Gaol, 2011) berpendapat bahwa informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan adpat digunakan untuk manusia.
Seperti yang dikemukakan oleh Basuki (2008), ditinjau dari segi ilmu bahasa, kata psikologi    berasal dari kata psyche berarti jiwa dan logos artinya ilmu pengetahuan. Jadi, psikologi berarti ilmu pengetahuan tentang jiwa atau ilmu jiwa. Pengertian lain menurut Wundt, psikologi merupakan ilmu tentang kesadaran manusia (the science of human consciousness). Unsur kesadaran merupakan hal yang dipelajari dalam psikologi.
Maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang merupakan gabungan atau kombinasi dari manusia, media, teknologi, serta lingkungan yang bertujuan untuk mengumpulkan, mengolah, serta menyimpan data mengenai perilaku atau tingkah laku individu. Penggunaan sistem informasi dalam psikologi dimungkinkan karena banyak hal dalam dunia psikologi yang masih bisa dikelola dengan sentuhan komputerisasi seperti tes-tes psikologi yang sudah menggunakan komputer.

            C.    Arsitektur Komputer
           Kowi (2016), mendefinisikan komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut aturan yang telah dirumuskan. Kata computer berasal dari bahasa Latin yaitu computare yang dalam bahada Inggris berarti compute atau to compute yang artinya untuk menghitung atau menghitung.
           Stallings (2015), mengemukakan bahwa arsitektur komputer cenderung pada kajian atribut-atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer. Contohnya, set instruksi, aritmatika yang digunakan, teknik pengamatan, mekanisme input/output.
Pangera dan Ariyus (2005), mengemukakan arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan cetak biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhna bagian perangkat keras yang didesain. Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing-masing bagian akan lebih difokuskan terutama mengenai bagaimana CPU akan bekerja dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari memori cache, Ram, ROM, dll. Beberapa contoh arsitektur komputer adalah arsitektur von Neuman, CISC, RISC, blue Gene, dll. Arsitektur komputer dapat didefinisikan sebagai gaya konstruksi dan organisasi dari komponen-komponen sistem komputer. Walaupun elemen-elemen dasar komputer pada hakekatnya sama atau hampir semuanya komputer digital, namun terdapat variasi dalam konstruksinya yang merefleksikan cara penggunaan komputer yang berbeda.

      D.    Struktur Kognisi Manusia
Newell (1990), mendefinisikan struktur sebagai bangun (teoritis) yang terdiri atas unsur-unsur yang berhubungan satu sama lain dalam satu kesatuan, sedangkan kognitif, disebutkan bahwa kognisi adalah istilah umum yang mencakup segenap model pemahaman, yakni persepsi, imajinasi, penangkapan makna, penialain, dan penalaran. Wang (2013), dikatakan bahwa kognisi merupakan konsep umum yang mencakup semua bentuk mengenal, termasuk di dalamnya mengamati, melihat, memperhatikan, memberikan, menyangka, membayangkan, memperkirakan, menduga dan menilai. Solso (2007)  menjelaskan apaun yang dialakukan komputer dengan baik (melakukan operasi matematika dan logika dengan cepat) pada umunya tidak mempu dilakukan manusia dengan baik. Sebaliknya, apa yang mampu dilakukan manusia dengan baik menyusun, generalisasi, membuat kesimpulan, memahami pola-pola yang kompleks dan memiliki emosi, tidak mampu dilakukan oleh komputer.

      E.     Kaitan antara Arsitektur Komputer dan Struktur Kognisi Manusia
Berdasarkan definisi yang telah disebutkan diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa struktur kognisi manusia merupakan suatu sistem yang mengubah informasi yang ditangkap, sehingga diperoleh pengertian atau makna dari sebuah informasi tersebut. Sedangkan arsitektur komputer dapat dikatakan sebagai ilmu yang mempelajari atribut-atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer dan mempunyai dampak langsung pada eksekusi logis sebuah pemrograman.
Perbedaan antara struktur kognisi manusia dan arsitektur komputer yaitu struktur kognitif manusia memproses berpikir yan terjadi pada diri manusia, sehingga memiliki kontrol pada proses berpikirnya sendiri. Sedangkan arsitektur komputer dibuat oleh manusia, dan manusia pula yang membuat programnya, sehingga yang memiliki peran utama dari keseluruhan adalah manusia itu sendiri, agar mempermudah manusia dalam menggunakan komputer dalam kehidupan sehari-hari.

           F. Kelemahan dan Kelebihan dari Arsitektur Komputer Bila Dibandingkan dengan                          Struktur Kognisi Manusia
Kelebihan dan Kelemahan Arsitektur Komputer:
1.      Kelebihan:
Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu, bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user), bisa membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan.


2.      Kelemahan:
Membutuhkan waktu yang lama dari konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Terkadang sulit untuk mengaplikasikan dikehidupan sehari-hari karena tergantung individu mengoperasikan sebuah pemrograman komputer yang ada.

Kelebihan dan Kelemahan Struktur Kognisi Manusia:
1.      Kelebihan:
Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas. Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar. Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal.
2.      Kekurangan:
Membutuhkan waktu yang lama, terkadang sulit mengaplikasian dikehidpan sehari-hari dalam mengoptimalkan cara berpikir mereka.


                                                                Daftar Pustaka
                                                                                     
                     Gaol, L. J. (2011). Sistem informasi manajeman pemahaman dan aplikasi. Jakarta: Grasindo.

         Basuki. H. (2008). Psikologi umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.

                     Hutahaean, J. (2014). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish.

                     Kowi, M. E. (2016). Dasar-dasar pemrograman dasar. Jakarta: Guepedia.

                    Laudon, C. K., & Laudon, P. J. (2007). Sistem informasi manajemen edisi 10. Jakarta: Salemba                          empat.

                    Newell, A. (1990). United theories of cognition. USA: Library of congress cataloging. 

                    Pangera, A. A., & Ariyus, D. (2005) sistem informasi. Yogyakarta: C.V. Andi Offset. 

                    Solso, L. Robert.(2007). Psikologi Kogintif. Jakarta: Erlangga.

       Stallings, W. (2015). Organisasi dan Arsitektur Komputer. Jakarta: PT Prenhallindo.

      Wang, Y. (2013). Cognitive informatics for revealing human cognition: knowledge manipulations           in natural intelligence. USA: IGI Global.



                                                                                                                                                                            

Rabu, 19 April 2017

Judul.     : Evaluation effect of Logotherapy group on Mental health and
                  hope to life of Patients with Colorectal Cancer receiving Chemotherapy
Vol.         : Vol 3 (5) 164-169
Tahun.    : 2014
Penulis.  : Ramesh Hosseinzadeh- Khezri
1, Mehrak Rahbarian2, Mohammad- Ebrahim Sarichloo3, Kamran B
Lankarani4, Hassan Jahanihashemi5, Faranak Rezaee6
Riviewer : m.ihsan fadhlurrahman


Abstrak
Kanker adalah penyebab utama kematian kedua di negara maju dan penyebab utama kematian ketiga di Iran. Penderitaan Kanker dan Kesadaran yang mengancam kehidupan, bagi pasien dan keluarganya, merupakan tantangan besar. Pemulihan dan penyesuaian kembali jenis penyakit ini, memerlukan intervensi profesional untuk meringankan tekanan yang disebabkan oleh penyakit Menyelidiki efek kelompok Logoterapi terhadap kesehatan mental dan harapan hidup pasien dengan kanker kolorektal Menerima kemoterapi. Dalam studi percontohan ini, tinjauan dilakukan pada pasien yang menjalani kemoterapi di Qazvin Kosar Rumah Sakit. Kemudian Selected35 pasien dan dibagi secara acak pada dua kelompok: kelompok kontrol (18) dan kelompok perlakuan (17). Kemudian data klinis diteliti. Kelompok yang menggunakan Kuesioner Kesehatan Umum (GHQ-28) dan harapan hidup di Schneider pra-dan pasca tes dan tindak lanjut dari 6 bulan dinilai. Kelompok perlakuan menerima 8 sesi Logoterapi
kelompok. Data yang terkumpul dianalisis sebagai uji t berpasangan dan independen dengan menggunakan perangkat lunak SPSS-13. Perbedaan yang signifikan
Diamati antara dua kelompok rata-rata GHQ-28 post-test rata-rata dalam Visualisasi, fungsi, depresi dan skala keseluruhan (P≤ 0,05). Perbedaan signifikan terjadi antara kelompok dengan skala harapan (P≤0.01). Setelah 6 bulan menindaklanjuti,Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam skala uji GHQ-28 dan skala harapan diamati. Intervensi psikologis,Terutama dalam perawatan kelompok Logoterapi secara efektif dapat meningkatkan rasa penyesuaian psikologis dan Perbaikan pasien dengan penyakit yang mengancam nyawa. Manfaat yang cukup besar untuk menggunakan Logoterapi adalah, hal itu bisa terjadi Menurunkan gejala psikologis kanker kolorektal. Meningkatkan tingkat harapan pada pasien sebagai kunci variabel utama Akan mempengaruhi kesehatan fisik pasien mungkin. Evaluasi 6 bulan setelah intervensi menunjukkan bahwa sangat penting untuk dilakukan Lanjutkan intervensi untuk memperbaiki kesehatan

Metode
Studi percontohan ini dilakukan sebagai uji coba klinis secara acak. Populasi sasaran untuk penelitian ini terdiri semua pasien dengan kanker kolorektal yang dirawat di pusat kemoterapi di Qazvin Rumah sakit Kosar di 2010.Di antara mereka, sampel dari 38 pasien dipilih secara acak. Kemudian, pasien berada diuji oleh Kuesioner Kesehatan Umum GHQ-28 dan harapan hidup Schneider. Setelah itu, berdasarkan skor yang diperoleh dari pretest, anggota dicocokkan. Sehubungan dengan penelitian sebelumnya, jumlah sampel dipilih 7 dan berkenaan dengan koefisien d = 30, s = 33, β = 0,2 dan α = 0,05 dalam formula, 19 pasien dipilih di setiap kelompok.




Hasil penelitian
Sebagai Tabel 1 menunjukkan, nilai rata-rata tes post-test kelompok kontrol dalam visualisasi, kecemasan, depresi, dan total hasil meningkat secara signifikan dibandingkan dengan pre-test (P≤0.05) dan dalam skala depresi, menunjukkan signifikan perbedaan (P≤0.01).Perbedaan yang signifikan diamati antara kelompok dalam pengukuran kecemasan dan skala keseluruhan kurang dari (P≤0.01) tapi ini menjadi signifikan dalam skala fungsi dan depresi skala kurang dari (P≤0.05). Dengan demikian, keadaan mental pasien harus membaik. Namun, setelah 6 bulan, tidak perbedaan signifikan diamati pada skala uji GHQ-28 manapun. Perlu dicatat bahwa pada tahap ini, kedua kelompok dihadapkan pada kerugian jumlah peserta di masing-masing kelompok dan dikurangi menjadi 14.


Selasa, 21 Maret 2017

Perbedaan konseling dan psikoterapi

1.                        Menurut Schertzer dan Stone (1980) Konseling adalah upaya membantu individu melalui proses interaksi yang bersifat pribadi antara konselor dan konseli agar konseli mampu memahami diri dan lingkungannya, mampu membuat keputusan dan menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya sehingga konseli merasa bahagia dan efektif perilakunya.
         Wolberg (1954) merumuskan psikoterapi sebagai suatu bentuk perawatan (atau perlakuan,  treatment)  terhadap masalah yang timbul yang asalnya dari faktor emosi pada mana seorang yang terlatih,  dengan terencana mengadakan hubungan profesional dengan pasien dengan tujuan memindahkan mengubah sesuatu simtom dan mencegah agar simtom tidak muncul pada seseorang yang terganggu pola perilakunya,  untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkem-  bangan pribadi secara lebih positif.
           Neste Eysenek(1961),  seorang yang dikenal sebagai penentang gigih terhadap Psikoanalisis,  merumuskan psikoterapi dalam beberapa ciri yakni :
1. Hubungan antar perorangan yang berlangsung
2. Melibatkan seorang yang terlatih. 
3. Adanya ketidakpuasan pada diri klien tentang sesuatu yang emosional atau penyesuaian diri.
4. Pemakaian metode psikologi. 
5. Aktivitas yang mendasarkan pada teori tentang kelainan mental. 
6. Melalui hubungan yang dilakukan,  bertujuan memperbaiki ketidak puasannya terhadap diri sendiri. 

1.      Tujuan
          Konseling bertujuan untuk membantu seseorang dalam menghadapi tugas-tugas perkembangan agar bisa berlangsung lancar, misalnya remaja yang dibantu dalam menghaadpau masalah menganai kehidupan seksnya, masalah kebebasan yang dituntut dari orang tua atau masalah pekerjaan yang sebaiknya diambil.
Hans & MacLean (1955), mengemukakan tujuan konseling menitikberatkan pada upaya pencegahan agar penyimpangan yang merusak dirinya tidak timbul. Sedangkan psikoterapi terlebih dahulu menangani penyimpangan yang merusak dan baru kemudian menangani usaha pencegahan. 

Persamaan :
  • dasar : teori, metode & data ilmiah yang telah dikaji secara empirik (observasi, wawancara, test, teori2)
  • teknik2 ilmiah : pembicaraan, latihan2
  •  aturan : biaya, waktu, tempat, alat2

Perbedaan

                     Konseling

                        Psikoterapi
Kurang intensif
Lebih intensif
preventif
Kuratif / reapartif
Fokus : edukasi, vocational, perkembangan
Fokus : remedial
Setting : sekolah, industri, social work,
Setting : rumah sakit, klinik, praktek pribadi,
Jumlah intervensi kurang supportive
Jumlah intervensi lebih rekonstructive
Penekanan “normal”
/ masalah ringan
Penekanan “disfungsi” / masalah berat
Short term
Long term

Fungsi dan Tujuan yang berbeda
Konseling
Psikoterapi
Klien
Pasien
Gangguan yang kurang serius
Gangguan yang serius
Masalah jabatan, pendidikan
Masalah kepribadian dan pengambilan keputusan
Berhubungan dengan pencegahan
Berhubungan dengan penyembuhan
Lingkungan pendidikan dan nonmedis
Lingkungan medis
Berhubungan dengan kesadaran
Berhubungan dengan ketidaksadaran
Metode pendidikan
Metode penyembuhan