Jumat, 22 April 2016

Analisis Film tentang gangguan kepribadian ( Psikopat ) “ Rumah Dara "

A.    Pengertian Psikopat
                      Jika Anda mendengar kata Psikopat, maka apakah yang terlintas di dalam benak Anda? Jika yang terlintas dalam benak Anda adalah sosok pembunuh berdarah dingin maka cepat-cepatlah buang pemikiran itu jauh-jauh sekarang, mungkin ada benarnya, namun ternyata belum tentu psikopat adalah seorang pembunuh.
                      Psikopat dalam ilmu psikologi merupakan bentuk gangguan kepribadian, dimana penderita bertendensi narsistis dan juga antisosial. Seorang psikopat tidak pernah mengakui atau merasakan bahwa dirinya sakit atau memiliki gangguan, mereka memiliki kepercayaan diri berlebih (narsistis) sehingga mampu mempengaruhi orang lain, tidak merasa bersalah atau menyesal atas setiap tindakannya karena memiliki rasionalisasi pembenaran terhadapperilakunya.
                      Korban-korban mereka juga bukanlah orang yang cenderung bodoh, dalam buku without conscience, Robert Hare, seorang yang mengabdikan sebagian hidupnya untuk studi tentang psikopat, menyebutkan bahwa dirinya yang merupakan seorang psikolog pernah menjadi korban dari teror seorang psikopat saat dirinya sedang bertugas sebagai psikolog di penjara. Hal tersebut dilakukan oleh seorang napi yang menjadi pasiennya.
                     Kemampuan psikopat dalam memanipulasi korban cenderung sangat lihai dan sulit untuk terdeteksi. Memang ada banyak psikopat yang sudah ditangkap dengan berbagai macam kasus mulai dari pembunuhan, penipuan, pemerkosaan, penganiayaan, pencurian, kekerasan, dan berbagai bentuk tindak antisosial lainnya, namun diluar sana ternyata  80% psikopat masih beredar bebas dan hidup disekitar kita (sumber: without conscience- Robert Hare).
                     Para psikopat memang sulit untuk diperkirakan dan juga tidak mudah untuk ditebak tindak-tanduknya, berbeda dengan jenis penyakit kejiwaan lain seperti skizofrenia yang cenderung terlihat dengan jelas ciri-cirinya pada seorang penderita seperti menarik diri dari lingkungan sosial, mengalami waham, halusinasi. Sedangkan para psikopat, mereka terlihat baik dan normal sehingga mereka dapat diterima oleh masyarakat bahkan hingga dilapisan tingkat sosial yang paling tinggi sekalipun seperti menduduki suatu jabatan penting dalampemerintahan.
                      Dalam sebuah Surat kabar online (Tempo Interactive : Psikopat disebabkan Masalah Psikososial dan Biologis) menyebutkan bahwa psikopat disebabkan oleh masalah psikososial dan biologis. Dalam artikel tersebut seorang psikiater, Dr. Limas Sutanto, mengatakan bahwa psikopat merupakan gejala seseorang yang mengalami gangguan kepribadian antisosial. Hal ini ditandai dengan adanya keengganan untuk mentaati norma-norma sosial umum yang biasanya ditaati orang dewasa ditengah kehidupan sehari-hari. Penyebab gangguan ada dua yaitu psikososial dan biologis.
                      Faktor psikososial diantaranya berbentuk rasa takut seseorang untuk menjalin hubungan yang dekat dengan sesama manusia yang berakibat munculnya perasaan cemas, takut dan khawatir secara berlebihan. Sedangkan dari faktor biologis terjadi karena adanya perubahan pada psikis kimiawi tubuh yang disebabkan oleh ketakutan, rasa cemas, frustasi, pada seseorang. Rasa cemas itu muncul karenanya ada kegagalan dalam struktur kepibadian yang bernama super-ego, katanya.
                      Namun pendapat bahwa psikopat ditentukan oleh dua faktor yang saling menunjang   kurang disetujui oleh Robert Hare, dimana didalam buku without conscience beliau mengatakan bahwa penyebab dari kemunculan psikopat masih belum bisa diprediksi secara pasti, apakah hal tersebut merupakan pengaruh dari faktor eksternal (kehidupan sosial, lingkungan) ataukah faktor internal (genetik, kerusakan fungsi otak), mungkin juga campuran dari keduanya. Walau kini sudah banyak ahli yang menyetujui (dengan pengamatan yang mendalam tentunya) bahwa faktor eksternal dan internal saling mempengaruhi dalam menjadi penyebab munculnya pribadi psikopat.
                       Wajar jika seseorang khilaf, melakukan kesalahan dan pelanggaran, lalu setelah itu insyaf, menyadari kesalahannya dan menyesal. Tetapi didalam diri seorang psikopat selalu ditemui khilaf saja tanpa pernah insyaf. Mereka selalu kambuh untuk melakukan kesalahan yang sama dan diulang-ulang tanpa pernah belajar dari apa yang pernah mereka alami. Sebagai contoh kebanyakan dari para residivis kambuhan merupakan individu dengan kepribadian psikopat karena mereka tidak pernah kapok ditangkap serta keluar-masuk penjara.
                      Psikopat bersikap manipulatif serta penuh dengan daya pikat. Hal ini ditunjang oleh kemampuan mereka dalam menemukan titik lemah dalam kepribadian korbannya, yang dengannya mereka dapat memanipulasi korbannya agar dapat diperlakukan sesuai dengan kehendak mereka. Mereka tidak memiliki empati, buta secara emosi dan hanya mengandalkan pikiran murni. Mereka cacat secara moral, cacat karena tidak memiliki mata hati dan kepekaan dalam emosi.
                      Dalam hal emosi seorang psikopat diibaratkan seperti manusia yang buta warna sedang mengendarai mobil dijalan dan kemudian bertemu dengan lampu merah, mungkin ia mampu mengetahui dimana letak lampu hijau, kuning atau merah walaupun ia tidak mengetahui apa warnanya. Letak lampu untuk mewakili pikiran dan warna lampu mewakili emosi, dengan kata lain mereka adalah pribadi yang tidak mampu merasakan penderitaan orang lain yang menjadi korbannya. Mereka tidak bisa mencerna nada emosi dalam suatu pembicaraan, sehingga setiap kata apa yang mereka dengar selalu serupa dengan artian kamus yangdangkal.
                       Seseorang psikopat cenderung sangat sulit untuk bisa disembuhkan bahkan beberapa ahli mengatakan bahwa hal itu adalah mustahil untuk bisa dilakukan. Walaupun ada yang pernah memberikan terapi kelompok dalam menyelesaikan masalah ini, ternyata hal tersebut dapat dikatakan sia-sia, bahkan membuat mereka menjadi semakin berbahaya dikarenakan mereka mempelajari trik-trik baru dalam bersosial melalui terapi kelompok yang diberikan.
                      Yang menjadi kekuatan psikopat terhadap korbannya adalah dengan memanfaatkan kelemahan-kelemahan, entah itu rasa percaya diri, harga diri, dan juga kelemahan-kelemahan lain yang terdapat dalam diri korban, mereka memanfaatkannya untuk dapat mengendalikan korban secara fisik dan mental, sehingga korban merasa hancur dan putus asa dalam menjalani kehidupannya tanpa disadari.

                       Cara yang terbaik untuk mensikapi hal ini adalah dengan pengenalan diri yang baik pada diri calon korban, ketika seseorang mengetahui apa saja titik lemah yang ada dalam kepribadiannya maka ia dapat mewaspadai setiap usaha psikopat untuk mengambil keuntungan darinya. Mungkin mereka datang dengan berbagai macam cara yang telah mereka manipulasi dan palsukan, namun jika seseorang lebih mengenal siapa dirinya dan ditunjang dengan kekuatan mental yang baik  maka para psikopat tidak memiliki kesempatan untuk melakukan kejahatan terhadap sang calon korban.
B.     Sinopsis Film Rumah Dara
 The Mo Brothers
                 Film Dara garapan The Mo Brothers (Kimo Stamboel dan Timo Tjahjanto) Filmslasher pendek tahun 2007. Ceritanya tentang Dara (Shareefa Daanish), seorang chef perempuan yang punya bisnis restoran steak. Orang-orang menyukai steak buatan Dara. Padahal daging yang dipakai bukanlah daging sapi, melainkan daging manusia. Film pendek tersebut pada akhirnya dikembangkan oleh Mo Brothers menjadi film fiksi panjang Rumah Dara (2010).
Cover Film Rumah Dara
                       Rumah Dara menceritakan tentang perjalanan 6 orang sahabat. Yaitu pasangan suami istri Aji (Ario Bayu) dan Astri (Sigi Wimala) yang dalam keadaan hamil 8 bulan, Ladya adik kandung Aji (Julie Estelle) , Jimmy (Daniel Mananta), Eko (Dendy Subangil) dan Alam (VJ mike). Aji dan Astri beserta ketiga temannya (Aji,Jimi,Eko) pergi ke Bandung untuk berpamitan ke Ladya terkait rencananya pergi ke Luar negeri. Selama ini hubungan Aji dan Ladya tidak baik, karena Ladya menyalahkan Aji yang membuat kedua orang tuanya tewas kecelakaan. Untuk menghormati kakak dan iparnya, Ladya ikut rombongan itu untuk kembali ke Jakarta.
                      Ditengah jalan, rombongan itu di stop oleh seorang perempuan yang bernama Maya. Ia mengaku telah dirampok dan minta tolong agar diantar pulang. Atas paksaaan Eko, akhirnya rombongan itu mengantarkan Maya untuk pulang kerumahnya. Setelah tiba di rumahnya, Maya mempersilahkan rombongan itu untuk singgah dan makan malam. Maya juga mengenalkan rombongan itu pada ibunya yang bernama ”Ibu Dara” (Shareefa Danish).
                       Disinilah teror ini dimulai. Aji dan Astrid memilih istirahat di dalam kamar dari pada mengikuti jamuan makan malam. Sedangkan Ladya dan ketiga kawannya mengikuti acara makan malam bersama keluarga Ibu Dara dan ketiga anaknya. Armand (Ruli Lubis), Adam (Arifin Putra) dan Maya (Imelda Therine). Ternyata makan malam itu mengandung obat bius yang membuat mereka tidak sadarkan diri. Masing-masing mengalami peristiwa yan menakutkan dan tragis. Salah satu mereka langsung dimutilasi secara sadis oleh Armand dengan menggunakan mesing pemotong kayu. Bagian-bagian terpenting dari tubuh langsung di simpan di lemari pendingin. Disini hanya satu orang yang berhasil di mutilasi di meja operasi sedangkan Ladya berhasil menyelamatkan diri dengan menggigit lidah Armand.
                       Saat Ladya berjuang untuk menyelamatkan diri, Astrid dan Aji juga mengalami nasib sama. Ternyata Ibu Dara telah mengincar bayi dalam kandungan Astrid. Aji yang berusaha melindungi Astrid terluka karena ditusuk oleh konde Ibu Dara. Astri mengunci diri di dalam kamar dan melahirkan seorang diri karena jamu peluruh kandungan yang diberikan oleh Ibu Dara saat pertama kali masuk ke dalam rumah itu. Setelah melewati beberapa adegan yang penuh darah, bayi Astrid lahir dan dibawa oleh Ibu Dara ke sebuah ruang yang berisi tulang-tulang bayi dan organ-organ bayi yang di awetkan. Astrid berusaha menyelamatkan anaknya tapi akhirnya tewas ditangan Ibu Dara. 
                      Pembunuhan demi pembunuhan terjadi termasuk kepada rombongan polisi yang curiga pada keberadaan rumah tersebut. Yang tertinggal hanyalah Ladya, Aji dan Sang Bayi. Terjadi pergumulan hebat antara Ladya, Aji dan anak-anak Dara. Hingga akhirnya Armand, Adam dan Maya tewas di tangan Ladya. Armand tewas dengan pukulan telak dikepala setelah matanya ditusuk oleh konde, Maya tewas terbunuh karena tembakan sedangkan Adam mati karena di bakar. Ibu Dara sangat marah besar hingga memburu Ladya dengan menggunakan gergaji besi. Demi menyelamatkan Ladya dan bayinya, Aji ikut tewas di tangan dara. Setelah meletakkan bayi ditempat aman, Ladya kembali bergumul dengan Ibu Dara termasuk saat menyelamatkan diri dengan menggunakan mobil. Akhirnya Ibu Dara tewas setelah terseret mobil dan terhempas di sebuah pohon besar. Entah benar-benar tewas atau kelak bangkit kembali. Pasalnya setelah Ladya meninggalkan rumah tersebut dengan sang bayi, jemari Ibu Dara kembali bergerak-gerak.
                      Dari beberapa adegan yang ada di film itu, di ceritakan jika Ibu Dara terlahir sekitar tahun 1800-an. Ia dan anak-anaknya tetap terlihat awet muda karena Ibu Dara dan ketiga anaknya adalah penganut Sekte The Serpent. Sekte yang bersimbol ular ini merupakan sekte yang mengutamakan kehidupan keabadian. Dan ternyata mereka juga melakukan penjualan organ-organ manusia ke luar negeri. 
 Ibu Dara yang sedang mendidik ketiga anaknya untuk membunuh sejak masih kecil :
Ibu Dara dan Ketiga anaknya yg sudah dewasa :




C. Tahap Diagnosa Psikopat :
  1.  Mencocokkan kepribadian pasien dengan 20 kriteria yang ditetapkan Prof. Hare. Pencocokan ini dilakukan dengan cara mewawancara keluarga dan orang-orang terdekat pasien, pengaduan korban, atau pengamatan perilaku pasien dari waktu ke waktu.
  2. Memeriksa kesehatan otak dan tubuh lewat pemindaian menggunakan elektroensefalogram, pencitraan resonansi magnetik, dan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Hal ini dilakukan karena menurut penelitian gambar hasil PET (positron emission tomography) perbandingan orang normal, pembunuh spontan, dan pembunuh terencana berdarah dingin menunjukkan perbedaan aktivitas otak di bagian prefrontal cortex yang rendah. Bagian otak lobus frontal dipercaya sebagai bagian yang membentuk kepribadian.
  3.  Wawancara menggunakan metode DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder) IV (The American Psychiatric Association Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder versi IV) yang dianggap berhasil untuk menentukan kepribadian antisosial.
  4. Memperhatikan gejala kepribadian pasien. Biasanya sejak usia pasien 15 tahun mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan.
  5. Melakukan psikotes. Psikopat biasanya memiliki IQ yang tinggi.
  6. Melakukan tes pengetahuan. Psikopat biasanya memiliki pengetahuan yang luas.
  7. Jika ada anak berumur 3 tahun yang terlalu genius, dan seharusnya anak tersebut tidak mungkin segenius itu, maka bisa jadi anak tersebut psikopat.

D. Gejala - Gejala Psikopat :
  1. Sering berbohong, fasih, dan dangkal.
  2. Egosentris dan menganggap dirinya hebat.
  3. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Kadang-kadang psikopat mengakui perbuatannya, namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.
  4. Senang melakukan pelanggaran di waktu kecil.
  5. Sikap acuh tak acuh terhadap masyarakat.
  6. Kurang empati. Bagi psikopat, memotong kepala ayam dan memotong kepala orang tidak ada bedanya.
  7. Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.
  8. Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Tidak ada waktu bagi seorang psikopat untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.
  9. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.
  10. Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki tanggapan fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, ataupun gemetar. Pengidap psikopat tidak memiliki perasaan tersebut, karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah "dingin".
  11. Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.
  12. Biasanya sangat cerdas dan mungkin paling cerdas ketika dibandingkan dengan yang lain.
  13. Biasanya banyak mengetahui sesuatu yang tidak diketahuinya dan marah jika orang lain menyalahkannya. Merasa paling benar, dan biasanya anggapannya itu memang benar.
  14.  Mengetahui sesuatu yang tidak diketahui. Biasanya banyak yang benar dan sangat sedikit sekali yang salah.
  15.  Memiliki perkiraan dengan akurasi yang tinggi (perkiraannya jarang salah dan kebanyakan adalah benar atau benar semuanya).
E.  Analisis Film Rumah Dara
            Psikopat dalam ilmu psikologi merupakan bentuk gangguan kepribadian, dimana penderita bertendensi narsistis (kepercayaan berlebih) dan juga antisosial yang mampu mempengaruhi orang lain, dan tidak pernah merasa bersalah atau menyesal atas setiap tindakannya. Kemampuan psikopat dalam memanipulasi korbannya sangat lihai dan sulit terdeteksi. Ada banyak kasus psikopat yang sudah ditangkap seperti pembunuhan, kekerasan, penganiayaan, pencurian, penipuan, pemerkosaan dan berbagai bentuk tindak antisocial lainnya, namun diluar sana ternyata 80% psikopat masih beredar bebas dan hidup disekitar kita (sumber: without conscience – Robert Hare)
            Menurut Dr. Limas Susanto pada Tempo Interactive mengatakan bahwa “Psikopat merupakan gejala seseorang yang mengalami gangguan kepribadian antisocial. Hal ini ditandai dengan adanya keengganan untuk mentaati norma-norma sosial umum yang biasanya ditaati orang dewasa ditengah kehidupan sehari-hari. Penyebab gangguan ada dua yaitu psikososial dan biologis”
           Mengapa kami mengambil film Rumah Dara ini sebagai film tentang gangguan kepribadian (psikopat) ? karena didalam adegan-adegannya banyak terdapat gelaja-gejala gangguan kepribadian (psikopat) seperti yang tercantum diatas, salah satunya disebutkan bahwa psikopat itu gejalanya sering berbohong dan manipulatif seperti tokoh Maya yang berpura-pura dirampok agar diantar pulang kerumah oleh orang lain, ia berbohong dan manipulatif untuk mendapatkan korbannya.
           Selain itu, film “Rumah Dara” bisa dikatakan film tentang gangguan kepribadian (psikopat) karena terkait dengan pembunuhan, penganiayaan, kekerasan yang dilakukan oleh satu keluarga yaitu seorang ibu bernama Dara dan anak-anaknya bernama Maya, Adam, dan Armand. Anak-anaknya telah diajarkan sejak kecil untuk membunuh, menyiksa dan menganiaya manusia dengan sadis menggunakan peralatan seperti pisau, celurit, pedang hingga gergaji. Sehingga yang diajarkan oleh ibunya menjadi hal biasa untuk dilakukan anak-anaknya sampai mereka dewasa.
            Seperti pada potongan-potongan dalam adegan film “Rumah Dara” dimana semua anggota keluarga tanpa rasa bersalah membunuh, menyiksa dan menganiaya orang lain yang belum mereka kenal. Hal tersebut juga merupakan salah satu gejala gangguan kepribadian (psikopat).
Kesimpulan :
                       Dari hasil analisa dan pembahasan yang kami lakukan terhadap film “Rumah Dara” film tersebut tergolong film tentang gangguan kepribadian (psikopat) karena mengandung unsur kekerasan dan sadisme yang dilakukan oleh satu keluarga yang terlihat pada beberapa adegan yang ada pada film tersebut. Selain karena hal tersebut masih banyak lagi adegan-adegan yang menunjukkan gejala-gejala gangguan kepribadian (psikopat).
                 
DAFTAR PUSTAKA
www.psikoterapis.com/?en_sekilas-tentang-psikopat,101

Keterangan :
Postingan ini dalam rangka untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Kesehatan Mental (Soft Skill), oleh kelas 2PA04 :

- Ayu Lestari ( NPM: 11514875 )
- Karlina ( NPM: 15514776 )
- Muhammad Ihsan . F ( NPM: 17514319 )

Minggu, 24 Januari 2016

Fenomena- Fenomena Psikologi dan Internet



24 Januari 2016, 15:05 WIB

Seks dalam Internet

Tahun 2010 pemerintah Australia menerbitkan undang-undang (UU) untuk menyensor situs-situs internet. Kebijakan pemerintah Australia diarahkan pada langkah pemblokiran informasi yang isinya berhubungan dengan kekerasan seksual, obat-obatan terlarang dan pornografi anak. Penyaringan akan dilakukan oleh penyedia jasa internet di bawah pengawasan pemerintah. Meskipun dua perusahaan raksasa pengelola jasa internet, yaitu  Google dan Yahoo, mengkritik kebijakan itu, namun pemerintah Australia tidak bergeming.
Sebelumnya, Pemerintah China juga telah membuat kebijakan serupa terhadap Google, meskipun dengan alasan yang berbeda. Kebijakan pemerintah China yang mengharuskan Google melakukan self cencorship, telah menimbulkan ketegangan antara pemerintah China dengan Amerika. Kebijakan pemerintah China diterapkan, karena ditengarai isi informasi Google berkolaborasi dengan spionase Amerika. Puncak ketegangan tersebut ditandai dengan direlokasinya portal Google di China (Google.cn) ke sebuah situs di Hongkong.

Di Brasil, Google juga tersandung kasus. Situs ini menghadapi gugatan karena menayangkan dirty jokes. Gugatan yang diajukan 2 orang remaja yang keberatan dengan tayangan lelucon jorok di portal Google, dimenangkan pengadilan dengan menyatakan Google bersalah dan diwajibkan membayar denda sebesar US $ 2.700 per hari selama dirty jokes itu tidak dihapus.
Di Indonesia, ICT Watch dalam seminar Online Child Pornography yang diselenggarakan di kampus Universitas Indonesia (UI) beberapa waktu lalu, melansir temuannya bahwa setiap kali mengetik password seperti "SMP" atau "SMA" pada mesin pencari Google, maka akan selalu ditemukan hal-hal yang mengacu pada aktivitas atau foto-foto porno anak-anak Indonesia. Penanganan kasus pornografi melalui media internet memang memiliki kerumitan tersendiri, karena cakupan ketentuan perundang-undangannya masih sangat terbatas meski sudah ada Undang-Undang Pornografi.

Penelitian juga menyajikan data mengenai negara yang mengkonsumsi bisnis pornografi tersebut. Pangsa pasar terbesar justru sejumlah negara di Asia. Pendapatan dari pornografi yang terbesar berasal dari China, yaitu senilai US $ 27,4 milyar atau sekitar Rp. 270 trilyun. Peringkat kedua adalah Korea Selatan, dengan pendapatan sebesar US $ 25,7 milyar atau sekitar Rp 250 trilyun. Jepang berada di urutan ketiga dengan pendapatan sebesar US $ 20 milyar atau sekitar Rp 200 trilyun. Negara Asia lainnya adalah Philipina di urutan kesembilan dan Taiwan di peringkat sepuluh. Amerika sebagai negara produsen, berada di peringkat empat, dengan pendapatan sebesar US $ 13,3 milyar atau sekitar Rp 130 trilyun.
Selain sebagai produsen video porno, Amerika juga berada di urutan pertama dalam jumlah halaman porno di website. Sampai dengan tahun 2007, jumlah halaman porno di website Amerika telah mencapai 244.661.900 (89 %). Urutan kedua ditempati Jerman, dengan halaman porno sebanyak 10.030.200 (4 %). Urutan ketiga adalah Inggris dengan 8.506.800 (3 %) halaman. Untuk wilayah Asia, Jepang menjadi salah satu dari 9 negara produsen situs porno, dengan produksi sebanyak 2.700.800 halaman porno.
Data usia pengakses situs porno yang dirilis dalam Pornography Statistic, menunjukkan bahwa pengakses situs berdasarkan usia 18 - 24 tahun sebanyak 13,61 %, usia 25 - 34 tahun sebanyak 19,90 %, usia   35 - 44 tahun sebanyak 25,50 %, usia 45 - 54 tahun sebanyak 20,67 % dan usia 55 tahun ke atas sebanyak 20,32 %. Wanita ternyata juga banyak yang menggemari situs porno. Jumlah wanita yang kecanduan situs porno sebesar 17 %, dan yang mengakses pada saat bekerja sebanyak 13 %.

Hasil penelitian Jerry Ropalato juga mengungkapkan, setiap detik ditemukan 372 pengguna yang mengetik password untuk situs-situs porno, yang diantaranya termasuk kategori anak/remaja. Pengakses situs-situs porno itu rata-rata usia 11 tahun untuk kelompok pemula, dan kelompok umur 15 - 17 tahun dengan jumlah sebesar 80 %. Jaringan Gnutella merilis data, pernah ada permintaan dalam satu hari sebanyak 464.000 pencari situs porno di internet. Angka yang sangat fantastik. Bisa jadi diantara para pencari situs porno tersebut, terdapat anak-anak atau remaja Indonesia.
Sehubungan dengan kekhawatiran keterlibatan anak-anak atau remaja Indonesia sebagai pecandu situs porno di internet, diperoleh temuan survei Komisi PerlindunganAnak (KPA) terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar di Indonesia tahun 2007. Hasil survei KPA sangat mengejutkan, karena 97 % responden pernah menonton adegan porno. Dampaknya, sebanyak 93,7 % responden mengaku pernah berciuman, petting, dan oral sex, serta 62,7 % remaja yang duduk di bangku SMP mengaku pernah berhubungan intim. Data yang lebih mengejutkan, sebanyak 21,2 % siswi SMA mengaku pernah menggugurkan kandungan.

Popularitas situs porno di dunia maya hampir mengalahkan situs jejaring sosial maupun situs berita. Dikutip dari Gizmodo, blog berita teknologi terbitan Netmedia Europe Spanyol  menyatakan salah satu situs porno terkenal bernama XVideos mampu mencatatkan kunjungan (page views) sebanyak 4,4 miliar per bulan. Hasil ini ternyata tiga kali lebih besar dari yang bisa dihasilkan oleh situs sekelas CNN. Durasi kunjungan terhadap sebuah situs normal adalah sekitar tiga hingga enam menit. Sedangkan untuk kunjungan ke situs porno, rata-rata pengguna internet menghabiskan waktu 15 hingga 20 menit. Data lainnya menyebutkan bahwa situs porno populer lainnya, YouPorn, ternyata memiliki konten digital lebih dari 100TB dengan page views per hari kurang lebih 100 juta.

Media online sebagai salah satu sarana media baru yang muncul seiring kemajuan internet. Munculnya media baru ini berpengaruh terhadap perilaku penyimpangan sosial, khususnya terhadap perilaku seksual dan kehamilan di usia remaja.
Cybersex, saat ini telah menjadi sebuah fenomena seksual yang bertumbuh cukup pesat, terutama di kota-kota besar dimana internet semakin mudah diakses. Apalagi ditambah pula semakin menjamurnya situs porno, fasilitas chatting yang menawarkan webcam dan internet phone.
Bila sudah menjadi kecanduan, cybersex ini menjadi kombinasi adiksi, yaitu adiksi seks dan adiksi internet, dimana seseorang secara berulang menggunakan fasilitas internet guna pemuasan hasrat seksualnya. Secara harfiah, cybersex dapat diartikan sebagai pemuasan hasrat seksual menggunakan fasilitas internet. Bahkan, fenomena ini telah merambah dunia bisnis, tentunya untuk meraup keuntungan dari berbagai jasa yang ditawarkan.

Secara garis besar terdapat 3 kategori cybersex:
  • Online porn: gambar porno, dan cerita-cerita erotis
  • Real time interaction: chatting dimana topik yang dibicarakan adalah seks, “berhubungan seksual” lewat dunia maya, webcam sex.
  • Multimedia-software: game erotis, video porno. 

Penyebab adiksi/kecanduan cybersex antara lain:
1. Aksesibilitas
Saat ini fasilitas internet telah dapat diakses dengan sangat mudah. Dalam arti dapat dikonsumsi secara publik dari berbagai golongan sosial tanpa memandang usia, pekerjaan, jenis kelamin, dll.
2. Isolasi
Cybersex menawarkan kesempatan seseorang untuk terpisah dari orang lain, dan lebih jauh lagi untuk terperosok lebih jauh lagi dalam hal fantasi seksualnya tanpa takut tertular penyakit, kehamilan tak diinginkan, dll.
3. Anonim
Kondisi para pelaku cybersex yang anonim ini membuatnya lebih kecanduan menggunakan internet sebagai fasilitas pemuas hasrat seksual. Cybersex menawarkan anonimitas, dimana pelakunya tidak perlu takut dikenali masyarakat bila mengunjungi prostitusi, mengunjungisex shop, striptease club, dll. Dan identitas di dunia maya pun dapat dikaburkan.
4. Terjangkau
Saat ini, fasilitas cybersex sangat terjangkau, dan internet juga cukup murah. Fasilitas chatting gratis, begitu pula materi-materi porno yang terkandung dalam berbagai situs porno juga banyak yang dapat dilihat tanpa biaya hingga dapat di-download dengan cepat. Tentu saja dibandingkan dengan jasa prostitusi yang berbayar dan berisiko tertular penyakit.
5. Fantasi
Cybersex juga menawarkan bagi pelakunya untuk berfantasi secara bebas dimana mungkin fantasinya itu bertentangan dengan norma masyarakat. Termasuk didalamnya adalah menentukan kriteria fisik lawan jenis yang diinginkan, skenario chat sex yang akan dinikmati, dll.

Berikut tanda-tanda seseorang yang telah kecanduan seks via internet, seperti dilansir dari onlymyhealth, antara lain:
  1. Menghabiskan waktu berjam-jam untuk melihat hal-hal yang berbau porno di internet, seperti video atau foto-foto porno.
  2. Orang kecanduan seks via internet selalu melibatkan diri dalam obrolan seks online. Hal ini merupakan cara untuk menikmati fantasi seksual sehingga melupakan aktivitas lainnya karena terlaru larut obrolannya.
  3. Akan berperilaku menjengkelkan jika tidak dapat mengakses internet. Bagi orang yang sudah kecanduan seks via internet tidak akan bersikap normal jika tidak menyalurkan keinginan seksualnya dengan berselancar di dunia maya.
  4. Orang yang telah kecanduan seks via internet akan merasa berkurangnya keintiman seksual dan kesenangan dalam kehidupan nyata. Orang tersebut akan membandingkan kehidupan nyata dengan kehidupan seks virtual yang membuatnya lebih puas.
  5. Selalu berfantasi tentang seks.
  6. Bersikap defensif ketika orang lain memberitahu bahwa dirinya telah menghabiskan waktu berjam-jam di internet. Orang yang telah kecanduan seks via internet selalu takut tertangkap basah oleh orang lain ketika sedang menyalurkan hasrat seksualnya dan membuatnya bersikap skeptis.
  7. Selalu merasa bersalah tetapi tidak dapat mengendalikan keinginannya untuk berselancar di dunia maya.
  8. Rela menghabiskan banyak uang untuk mengakses situs-situs porno yang berbayar.


Sumber :
http://www.bin.go.id/awas/detil/151/4/18/10/2012/mewaspadai-terpaan-pornografi-di-internet
https://intansarah.wordpress.com/2015/01/10/fenomena-fenomena-psikologi-dan-internet-seks-dalam-internet/ 

Kinerja Kelompok
18514263
Mencari materi, editing
M. Ihsan Fadhlurrahman
17514319
Mencari materi, editing
Iqbal Yunus
13511664
Mencari materi
Rezarsyan
Mencari materi