1. Menurut Schertzer dan Stone
(1980) Konseling adalah upaya membantu individu melalui proses interaksi
yang bersifat pribadi antara konselor dan konseli agar konseli mampu memahami
diri dan lingkungannya, mampu membuat keputusan dan menentukan tujuan berdasarkan
nilai yang diyakininya sehingga konseli merasa bahagia dan efektif perilakunya.
Wolberg
(1954) merumuskan psikoterapi
sebagai suatu bentuk perawatan (atau perlakuan, treatment) terhadap
masalah yang timbul yang asalnya dari faktor emosi pada mana seorang yang
terlatih, dengan terencana mengadakan hubungan profesional dengan pasien
dengan tujuan memindahkan mengubah sesuatu simtom dan mencegah agar simtom
tidak muncul pada seseorang yang terganggu pola perilakunya, untuk
meningkatkan pertumbuhan dan perkem- bangan pribadi secara lebih positif.
Neste Eysenek(1961), seorang yang dikenal
sebagai penentang gigih terhadap Psikoanalisis, merumuskan psikoterapi
dalam beberapa ciri yakni :
1. Hubungan antar perorangan yang berlangsung
2. Melibatkan seorang yang terlatih.
3. Adanya ketidakpuasan pada diri klien
tentang sesuatu yang emosional atau penyesuaian diri.
4. Pemakaian metode psikologi.
5. Aktivitas yang mendasarkan pada teori
tentang kelainan mental.
6. Melalui hubungan yang dilakukan,
bertujuan memperbaiki ketidak puasannya terhadap diri sendiri.
1. Tujuan
Konseling bertujuan untuk membantu seseorang
dalam menghadapi tugas-tugas perkembangan agar bisa berlangsung lancar,
misalnya remaja yang dibantu dalam menghaadpau masalah menganai kehidupan
seksnya, masalah kebebasan yang dituntut dari orang tua atau masalah pekerjaan
yang sebaiknya diambil.
Hans & MacLean (1955), mengemukakan tujuan konseling menitikberatkan pada upaya
pencegahan agar penyimpangan yang merusak dirinya tidak timbul. Sedangkan psikoterapi
terlebih dahulu menangani penyimpangan yang merusak dan baru kemudian menangani
usaha pencegahan.
Persamaan :
- dasar : teori, metode & data ilmiah yang telah dikaji secara empirik (observasi, wawancara, test, teori2)
- teknik2 ilmiah : pembicaraan, latihan2
- aturan : biaya, waktu, tempat, alat2
Perbedaan
Konseling
|
Psikoterapi
|
Kurang
intensif
|
Lebih
intensif
|
preventif
|
Kuratif /
reapartif
|
Fokus :
edukasi, vocational, perkembangan
|
Fokus :
remedial
|
Setting :
sekolah, industri, social work,
|
Setting :
rumah sakit, klinik, praktek pribadi,
|
Jumlah
intervensi kurang supportive
|
Jumlah
intervensi lebih rekonstructive
|
Penekanan
“normal”
/ masalah
ringan
|
Penekanan
“disfungsi” / masalah berat
|
Short term
|
Long term
|
Fungsi dan Tujuan yang
berbeda
Konseling
|
Psikoterapi
|
Klien
|
Pasien
|
Gangguan yang kurang
serius
|
Gangguan yang serius
|
Masalah jabatan,
pendidikan
|
Masalah kepribadian dan
pengambilan keputusan
|
Berhubungan dengan
pencegahan
|
Berhubungan dengan
penyembuhan
|
Lingkungan pendidikan
dan nonmedis
|
Lingkungan medis
|
Berhubungan dengan
kesadaran
|
Berhubungan dengan
ketidaksadaran
|
Metode pendidikan
|
Metode penyembuhan
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar